Jakarta: Sebanyak 700.000 nasabah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) beralih kredit. Nasabah-nasabah BRI itu beralih dari kredit usaha rakyat (KUR) menjadi kredit komersial.
“Nasabah KUR ini naik kelas. Mereka yang semula tidak bankable kini sudah bankable. Pinjaman mereka sudah menggunakan prosedur dan administrasi normal. Sebab mereka sudah punya jamiman, aset tetap dan lain sebagainya,” ujar Sekretaris Perusahaan BRI, Muhammad Ali di Jakarta, Jumat (15/2).
Ali menyampaikan, hingga 31 Januari 2013, nasabah KUR BRI yang bermigrasi ke kredit komersial berjumlah lebih dari 700 ribu debitur dengan plafon pinjaman mencapai Rp 9,256 triliun.
“Artinya, kalau mereka berimigrasi ke kredit komersial, bisnisnya semakin bagus serta menjadi bankable. Relasi dengan lembaga keuangan juga semakin bagus,” papar Ali.
Sekedar diketahui, nasabah KUR BRI yang meminjam di bawah Rp20 juta termasuk dalam kategori KUR Mikro. Dari sisi kualitas kredit, KUR Mikro BRI sangat terkendali dan berkualitas. Hal itu terlihat dari rasio non performing loan (NPL) hanya sebesar 1,97%.
Sementara itu, dari data yang dikeluarkan oleh Kemenko Perekonomian RI, selama tahun 2012, dari Januari sampai dengan bulan Desember 2012, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp17,62 triliun atau 59,09 % dari total KUR nasional yaitu Rp33,4 triliun dengan perincian KUR Ritel BRI Rp3,05 trilyun dan KUR Mikro BRI sebesar Rp16,72 triliun.
“Nasabah KUR ini naik kelas. Mereka yang semula tidak bankable kini sudah bankable. Pinjaman mereka sudah menggunakan prosedur dan administrasi normal. Sebab mereka sudah punya jamiman, aset tetap dan lain sebagainya,” ujar Sekretaris Perusahaan BRI, Muhammad Ali di Jakarta, Jumat (15/2).
Ali menyampaikan, hingga 31 Januari 2013, nasabah KUR BRI yang bermigrasi ke kredit komersial berjumlah lebih dari 700 ribu debitur dengan plafon pinjaman mencapai Rp 9,256 triliun.
“Artinya, kalau mereka berimigrasi ke kredit komersial, bisnisnya semakin bagus serta menjadi bankable. Relasi dengan lembaga keuangan juga semakin bagus,” papar Ali.
Sekedar diketahui, nasabah KUR BRI yang meminjam di bawah Rp20 juta termasuk dalam kategori KUR Mikro. Dari sisi kualitas kredit, KUR Mikro BRI sangat terkendali dan berkualitas. Hal itu terlihat dari rasio non performing loan (NPL) hanya sebesar 1,97%.
Sementara itu, dari data yang dikeluarkan oleh Kemenko Perekonomian RI, selama tahun 2012, dari Januari sampai dengan bulan Desember 2012, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp17,62 triliun atau 59,09 % dari total KUR nasional yaitu Rp33,4 triliun dengan perincian KUR Ritel BRI Rp3,05 trilyun dan KUR Mikro BRI sebesar Rp16,72 triliun.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !